Imza’s Weblog

blog pertanian, iptek, dan sepak bola

Saatnya Petani Jagung Bangkit

Jagung var unggul“Mari kawan kita semua, menanam jagung di kebun kita, ambil cangkulmu, ambil cangkulmu, kita menanam tak jemu-jemu”…… Itulah sepenggal syair lagu anak-anak karangan Ibu Sud, yang mengingatkan agar anak-anak tidak cepat melupakan petani dan suka berkebun.

Setelah harga minyak dunia merangkak naik, berbagai pihak serta merta mencari bahan bakar alternatif sebagai pengganti minyak bumi yang mungkin tidak terkendali lagi. Dalam pencarian tersebut berbagai komoditas yang diteliti sebagai pengganti minyak bumi antara lain sawit, jarak pagar, molase, singkong, hingga jagung. Bahkan bagi sebagian petani, jagung masih dianggap sebagai makanan sebagian penduduk miskin dan makanan kelas dua.

Sejak Amerika Serikat (AS)  mengeluarkan kajian baru tentang penggunaan jagung sebagai bahan baku etanol (Kompas 8/9) pada bulan Juli 2006, telah merubah pergeseran konsumsi jagung yang semula sebagai pakan ternak (80%) pada tahun 1960 menjadi konsumsi jagung sebagai bahan baku etanol (51%) pada tahun 2006. Penelitian BPPT telah mengujicobakan Bio-etanol (BE10) terhadap kendaraan dan hasil nya cukup baik serta tidak menimbulkan kendala yang berarti (Kompas 25/10/2005) . Kalau Indonesia rata-rata per harinya memerlukan 158.900 kiloliter minyak, berarti kebutuhan etanol perharinya mencapai 15.890 kiloliter. Peluang inilah  yang perlu diantisipasi oleh semua pihak, agar kebutuhan jagung dalam negeri yang semakin melonjak dapat dicukupi oleh petani. Padahal untuk memenuhi kebutuhan pabrik pakan ternak saja, Indonesia masih mengimpor satu juga ton jagung per tahun. Kebutuhan jagung Indonesia akan semakin besar setelah pabrik etanol yang menggunakan bahan baku jagung beroperasi.

Berkaitan dengan upaya meningkatkan produksi jagung, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan inovasi teknologi budidaya dan berbagai benih unggul jagung. Budidaya jagung tidak terlalu rumit dan tidak memerlukan pemeliharaan yang sulit dibandingkan dengan menanam padi. Umumnya petani jagung tidak menjumpai kendala yang berarti. Jagung juga bisa ditanam di lahan-lahan marginal dan tidak memerlukan pengairan teknis. Beberapa benih unggul jagung yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian antara lain varietas Semar-1 s/d Semar-10; Bima-1, Lemuru, Lagaligo, Kresna, Bisma dan Gumarang.

Juli 25, 2008 - Posted by | iptek, pertanian

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.